Tampilkan postingan dengan label analog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label analog. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juli 2012

mencuci mata di kota tetangga, Solo

Solo, entah sejak kapan pengen banget kesana daaaan baru kemaren ini kesampean. Menurut informasi seorang teman, kota yang bertetanggaan dekat dengan Jogja ini merupakan surganya kuliner dan barang jadul, ini nih yang terdengar menggiurkan bagi aku,hehe.. Suatu siang di kamar kost tercinta, bersama seorang teman kuliah yang juga seneng barang jaman dahulu kala, kami berencana mengunjungi Pasar Tri Windu Solo untuk sekedar mencuci mata dan membilas otak dengan melihat-lihat barang antik disana. Hari dan tanggal sudah ditentukan, tinggal eksekusi.

Hari yang ditunggu tiba, sejak malam sebelumnya aku mencoba menghubungi temanku tapi tidak kunjung berbalas :| Dengan semangat menggebu-gebu, akhirnya aku tetap berangkat ke Solo ditemani oleh Adhi *adik angkatan ku. Prambanan Ekspress atau yang biasa disebut kereta Prameks, menghantarkan kami berdua ke Stasiun Solo Balapan hanya dengan satu jam saja *promosi. Berbekal helm yang sudah dibawa-bawa dari Jogja, kami menanti jemputan Chiko *adik angkatanku juga yang bersedia menjadi penunjuk jalan selama kami disana. Tidak lama kemudian Chiko datang dengan temannya menggunakan dua sepeda motor, tidak mau membuang waktu kami langsung menuju Pasar Tri Windu.

Ada banyak keajaiban di pasar ini, semuanya membuat hati ini gundah gulana, pengen tapi gak mampu beli *miris alhasil yaaa emang cuma cuci mata.

gak kayak pasar, Tri Windu lebih mirip rumah
ini lapak yang paling menarik perhatianku, full of camera !
dan ini adalah nyata !
walaupun gak beli, boleh loh icip-icip pegang barang antik,hehe..
Tidak ada yang sia-sia bung! aku berhasil mengantongi kamera analog ini untuk jadi teman Minolta x300S ku, hanya dengan Rp 50.000,- saja pemirsa..senangnya!

teman baru saya, Fujica M1
Tidak berlama-lama, aku dan Adhi harus segera kembali ke Jogja karena jadwal kereta terakhir yang berangkat kesana sudah mepet jam *emang cuci mata bikin lupa waktu,ckck.. Ngebut-ngebutan di kota orang, tetep aja kami berdua ketinggalan kereta :| Karena satu dan lain hal, sebelum matahari terbenam kami harus sudah ada di Jogja maka jalan terakhir adalah naik bus. kembali diantar oleh Chiko dan temannya, kami menuju Terminal Tirtonadi Solo. Walaupun belum sempat keliling kota dan icip-icip makanan, yang terpenting udah nyampe juga impian nginjekin kaki di kota Solo,haha.. Oiyaa, adik-adik ku yang ganteng makasi ya sudah menemani perjalanan kali ini, spesial buat kalian berdua ni :

Chiko, sang pemandu
Adhi, teman seperjalanan

Jumat, 01 Juni 2012

three little birds..

tata-fasha-raka
betapa lucunya tiga anak diatas, mendadak teringat teman-teman dekatku. Ketiga anak di atas adalah sepupuku (raka) dan dua orang temannya yang tinggal tak jauh dari rumah. Pagi itu aku bangun agak siang,hhee.. ketika duduk di teras depan ternyata mereka sedang bermain. Aku pun bergegas naik ke lantai dua rumah untuk mengambil kamera-ku. Sesampainya di teras, mereka pun antusias untuk difoto dan ingin melihat hasilnya,hahahaha..lucunya mereka terpaksa kecewa karena kamera-ku ini analog sehingga hasilnya tidak dapat langsung dilihat (nanti ya kalo mbak ke Semarang lagi pasti tak kasih lihat,hhe..)

tata dan kincir
fasha dan kincir
raka dan kincir
raka dan tata
aku paling suka foto di atas ini, terlihat begitu alami dan tampaknya raka sedang bercerita lalu tata mendengarkan dengan seksama, lucu bangeeeeet sih mereka. Sayang pencahayaan di semua foto ini kurang bagus, maklum baru belajar nih aku pake analog namun bagiku tetap saja bagus dan memuaskan :D tapi gak boleh cepat puas, harus belajar, belajar, dan belajar lagi untuk mensinkronkan penggunaan analog dengan cahaya yang tepat.

three little birds ;)
adik-adik, semoga pertemanan kalian tetap terjaga hingga tua nanti. Walaupun sudah punya hidup masing-masing, ingatlah sewaktu kecil kalian sudah bersama, lewat foto ini :)

*keterangan :
- semua foto pada postingan ini tanpa edit.
- dengan menggunakan Minolta X-300 S
- jepretan saya sendiri :D ---> Tanti Andini

Senin, 28 Mei 2012

wajah lama, suasana baru

akhir pekan kemarin aku mengunjungi rumah om dan tante di Semarang, ya seperti biasanya jika sedang tidak ada kegiatan di Jogja aku berkunjung kesana. Namun ada hal yang berbeda, kalau biasanya aku hanya menghabiskan waktu di rumah atau mengunjungi rumah sanak keluarga yang lain, kali ini aku  mengajak tanteku yang baru saja berani mengendarai sepeda motor ke jalan raya untuk menemaniku jalan-jalan,hhee..

kedatanganku ke Semarang kali ini membawa misi jeprat-jepret dengan analog baru (ya walaupun sebenarnya barang bekas, tapi kan baru jadi punyaku,hhee..) Salah satu tempat yg menarik hati untuk dikunjungi dan dipotret adalah Kota Lama. Kota lama merupakan suatu kawasan yang terletak di daerah ... kota Semarang. Di sepanjang kanan-kiri jalan terdapat bangunan-bangunan tua yang sudah tidak terpakai, namun tidak sedikit pula bangunan yang masih digunakan untuk kegiatan sehari-hari mulai dari gereja hingga kantor asuransi.

Bermodal sebuah kamera SLR Minolta x-300 s, aku pun mengabadikan bangunan-bangunan tersebut dalam jepretan. Berikut beberapa gambar hasil dari analog-ku :D

foto favorit saya :
Gereja Bleduk, Kota Lama
ini pintu modelnya kayak di rumah tujuh kurcaci :D
19th door
dari depan pintu kurcaci, aku ambil gambar jalanannya,
kota lama dan jalannya
restoran ini katanya sih mahal harga makanannya, aku juga belum pernah nyoba sih @@
restoran ikan bakar cianjur
bangunan ini juga gak kalah unik.
bangunan lama juga
sekedar info, semua foto di atas diambil langsung dengan kamera analog. Hasil foto juga tanpa edit, asli dari sananya dan dipotret oleh aku sendiri loh :D Masih banyak foto lainnya, akan segera menyusul :)

Jumat, 25 Mei 2012

satu tabung yang gagal :(

antusiasme kamera analog begitu menggebu-gebu sejak barangnya tiba di loker ku, malam itu juga aku langsung membeli film untuk mencoba memotret menggunakan x-300 S, Kodak film pertamaku. Tidak sabar ingin tau hasilnya, aku pun langsung 'jeprat-jepret' gak karuan. Saking seneng dan pengen taunya, aku utak-atik deh itu kamera dan filmnya.

Beberapa waktu kemudian akhirnya aku pergi untuk me-negatif-kan dan scan film yang telah aku gunakan tadi. Bagaikan disambar petir di tengah bolong *lebay ~~ ternyata semua gambar di film tersebut hangus terbakar,huuuuuuuuuua T.T usut punya usut hal tersebut terjadi begitu cepat karena pada suatu hari aku penasaran melihat isi roll film dengan membukanya di tempat terang bukan ruang gelap. Alhasil satu roll film berisi 36 gambar dinyatakan hangus tanpa sisa yang dapat diselamatkan.

pelajaran nomor satu, hati-hati rasa penasaran dapat mematikan harapan. Hmm..tapi tak apa, dengan begitu semoga kesalahan tidak akan terulang lagi mengingat betapa 'urgent'nya urusan film pada kamera analog. Semoga ini juga bisa menjadi pelajaran dan pengetahuan bagi yang membaca, syukur-syukur ternyata yang baca tertarik sama kamera analog juga,hheee.. Baiklah, tidak sabar rasanya untuk roll-roll film lainnya, yeeeeeay ^^

Kamis, 15 Maret 2012

Don't think, Just take!

"Hari gini pake kamera analog?" "Kenapa tidaaaaaaaaak"
ya kira-kira itulah tanggapanku ketika dilempar dengan pertanyaan di atas. Kamera analog adalah kamera yang menggunakan film roll sebagai media penangkap gambar (ini pengertian menurutku sendiri,hahahaha). Dunia  'potret-memotret-dipotret' adalah hal yang baru bagiku, sebelumnya dunia ini terasa sangat 'eksklusif' mungkin karena peralatannya mahal-mahal ya :D Tapi setelah menginjak bangku kuliah, hal ini terasa bukan lagi asing namun menjadi familiar dan menarik untuk dipelajari.

Kira-kira dua tahun lalu aku mulai tertarik mempelajari tekhnik memotret dasar, bermodalkan kamera milik teman,hheee..(karena walaupun sudah familiar tetap saja mahal,hho~) Mas Agus Satriawan (senior di MAPAGAMA) adalah orang pertama yang membuatku tertarik dengan dunia fotografi (bukan tertarik dalam hal lain ya :p). Setelah mendapatkan materi secara teori, aku diberi tugas mengumpulkan hasil jepretan masing-masing satu tiap tekhnik. Berikut ini jepretan pertamaku bermodal kamera dslr milik Wahy :) aku berhasil (menurut mas agus) mengambil gambar dengan tekhnik slow speed kombinasi dengan siluet.

3S "Sandboarding, Siluet, Sore"
Betapa bahagianya, jepretan pertama dan berhasil,hhee..yang lebih membahagiakan adalah ketika foto ini lolos seleksi untuk pameran foto dalam rangka ulang tahun MAPAGAMA ke-38 tahun. Pada waktu itu kurator fotonya adalah Mas Dwi Oblo (senior MAPAGAMA juga) yang sudah lalu-lalang di dunia fotografi outdoor sejak lama, dan beliau juga adalah salah satu fotografer majalah National Geographic Indonesia, wooooww.. Semenjak itu aku makin semangat belajar fotografi.

Namun setelah mengenal macam-macam kamera, ada satu kamera yang menarik hati, analog. 'Don't think, just take' itulah yang membuatku tertarik. Tidak seperti kamera dslr yang harus kita tentukan speed dan diafragma bahkan lensanya untuk mendapat hasil maksimal seperti yang diinginkan, kamera analog memiliki kejutan tersendiri. Kita tidak bisa banyak mengatur, yaaa 'just take' dan kita akan dibuat penasaran tentang bagaimana hasilnya karena kita tidak dapat melihatnya lewat lcd seperti kamera dslr. Namun jangan berharap banyak dari kamera ini untuk mengabadikan momen penting dan berharga, karena tidak semua gambar tertangkap dengan baik. Kamera ini reccomended 'just for fun' namun aku suka :D

Beberapa waktu sore yang lalu, aku dan Zul (adik angkatanku di MAPAGAMA) 'hunting' jepretan dengan kamera analog miliknya dengan mengayuh sepeda ke daerah kauman. Hasilnya ?? Kereeeeeeeen >.< walaupun ini bukan hasil jepretanku tapi aku suka :D belum sempet ijin sih sama zul untuk publikasi tapi pasti dibolehin, hheeeee...

perempatan monumen sebelas maret
khayalan tingkat menengah
gak sengaja ke-jepret :D
salah satu bagian dari taman sari
lain kali aku mau 'hunting' lagi pake kamera analog entah milik sendiri ataupun pinjam tapi harus jepret sendiri yaaaaa, hahaha :D